Tuesday, October 25, 2016

** USTADZ MUDA DILARANG MENERIMA CURHAT AKHWAT ATAU UMMAHAT (WANITA BERSUAMI)**

Tuesday, October 25, 2016 0

↯→ Kisah nyata di wilayah saya.
Hiduplah seorang ikhwan yang tumbuh di lingkungan pondok pesantren. Sehari-harinya ia sibuk mengaji, bahkan saat ustadz senior berhalangan mengajar, ia diberikan amanah untuk menggantikan ustadz mengisi kajian. Bisa dikatakan, ia adalah ustadz muda yang berbakat.
Musibah itu bermula saat ada seorang ummahat (wanita bersuami) yang ingin berkonsultasi tentang masalah rumah tangganya .Saya tidak tahu persis masalahnya, mungkin berkaitan dengan kekurangan yang ada pada suaminya.
Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu mereka lewati, namun cerita curhat sang ummahat belum juga selesai.Tumbuhlah benih-benih cinta diantara mereka berdua, padahal si ummahat adalah wanita bersuami beranak tiga atau empat, saya agak lupa. Menurut kesaksian teman-teman akhwat dari ummahat tersebut, ia bahkan biasa melakukan kontak melalui telpon seluler dengannya.Terdengar suara sang ummahat yang lembut dan mendayu saat menelepon sang ikhwan, hingga membuat teman-teman sebayanya terheran-heran .Akhirnya, sang ummahat meminta cerai pada suaminya. Cerita cinta diantara mereka berdua sudah tersebar di mana-mana. Hingga suami dari ummahat itu terpaksa harus rela melepaskan istrinya karena tidak kuasa menanggung sakit hati dan malu. Apa yang bisa ia perbuat jika dirinya tidak lagi memiliki tempat di hati istrinya. Bahkan cinta seorang istri yang seharusnya ia dapatkan, telah diberikannya kepada laki-laki lain.Tidak ada pilihan lain selain menerima gugatan cerainya.
Sungguh malang nasib sang suami, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, seluruh anaknya justru ikut ayahnya. Sang istri meninggalkannya membawa tangan hampa demi menikahi laki-laki pujaannya. Allahulmusta'an.
Penderitaannya sang suami semakin bertambah ketika keinginan sang istri benar-benar diwujudkan. Sekarang ia telah resmi menikah dengan sang ikhwan, seorang ustadz muda yang belum berpengalaman dalam hal dakwah. Seluruh ikhwan dan akhwat di lingkungan itu, bahkan ustadz senior yang merupakan guru ngajinya hanya bisa mengelus dada mendengar kabar menyayat hati tersebut. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Nasehat demi nasehat sudah banyak disampaikan, namun cinta terlarang membutakan mereka berdua.
PROBLEM DAKWAH semacam ini bukanlah masalah yang sepele, masalahnya sungguh rumit. Apa yang harus kita lakukan?, Apakah memisahkan antara dua mempelai pengantin baru, kemudian memaksanya kembali pada suami pertama?, Ini mustahil. Sehingga ustadz senior menitipkan pertanyaan kepada salah seorang teman di Madinah untuk disampaikan kepada para ulama di Madinah, demi mencari solusi yang tepat.
Beberapa waktu yang lalu, kebetulan teman saya itu diberikan kesempatan bisa berhaji bersama Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah. Ia juga sempat bertemu dengan Asy Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafizhahullah. (Sedikit selingan) Saya akan menceritakan sedikit tentang sifat tawadhu' Asy Syaikh Abdurrazaq hafizhahullah.
Seringkali saat Asy Syaikh Abdurrazaq dihadapkan pada pertanyaan yang berat, beliau tidak segan untuk berkata:
: هذا السؤال يسأل إلى الوالد
"Pertanyaan ini semestinya ditanyakan kepada ayahanda."(Maksudnya, beliau tidak berkenan menjawab, dan melemparkannya kepada sang ayah yaitu Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad).
Demikian pula sang ayah, saat sesi tanya jawab dars ba'da maghrib di Masjid Nabawi, berulang kali saya mendengar fatwa Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah saat menjawab pertanyaan:هذا السؤال يسأل إلى اللجنة"Pertanyaan ini perlu ditanyakan kepada (lembaga fatwa) Al Lajnah Ad Da'imah (atau dengan redaksi yang semakna)."
."Kedua ulama rabbani, sang ayah dan sang anak benar-benar membuatku takjub. Subhanallah. Padahal sekiranya pertanyaan itu disodorkan kepada ustadz, tentu mudah bagi seorang ustadz menjawabnya.
Sifat tawadhu' dan rasa takut para ulama kepada Allah menghalangi mereka untuk menjawab pertanyaan tanpa ilmu. Bahkan meskipun mereka berhak berijtihad dalam menjawab. Jika ijtihadnya benar memperoleh dua pahala, jika keliru tetap memperoleh satu pahala tanpa harus menanggung dosa. Namun demikianlah hikmah yang dimiliki oleh para ulama kita.
Kembali ke alur kisah. Akhirnya temen saya itu berhasil menemui kedua ulama tersebut. Kemudian ia menyampaikan titipan pertanyaan berkaitan dengan permasalahan. Ia telah bertanya kepada Asy Syaikh Abdurrazaq hafizhahullah. Dan jawaban syaikh hanya ucapan:"A'UDZUBILLAH"(aku berlindung kepada Allah). Ia juga bertanya kepada Asy Syaikh Abdul Muhsin AlAbbad, fatwa yang ia dapatkan juga ucapan:"A'UDZUBILLAH"(aku berlindung kepada Allah).
Sepulang haji ia kembali ke Madinah .Saya hanya bisa menunggu di Madinah, menanti kepulangan teman saya itu.
Jujur, saya pribadi sangat menanti fatwa dari para ulama terkait masalah ini, demi mendulang faidah yang berharga dari warisan para nabi.
Setelah kami bertemu, saya meminta fatwa dan meminta penjelasannya, kemudian ia menyampaikan fatwa itu kepadaku. Meskipun jawaban fatwa begitu singkat, namun di dalamnya terkandung pelajaran berharga yang tidak mungkin saya dapatkan di saat saya hanya duduk membaca tumpukan kitab-kitab fatwa dan adab.
Dari kisah di atas, kita dapat mengambil beberapa pelajaran:
1. Seorang ustadz muda tidak semestinya menerima curhat akhwat atau wanita bersuami, apalagi kalo ia sendiri belum menikah. Bagaimana ia akan memberikan solusi? kata pepatah, seorang yang tidak memiliki, mana mungkin ia akan memberi.
2. Problem rumah tangga hendaklah diserahkan kepada ustadz-ustadz senior yang usia mereka telah matang, ilmu dan pengalaman dakwah mereka telah diketahui.
3. Jika engkau dihadapkan kepada pertanyaan yang berat, jangan segan untuk melemparkannya kepada orang yang lebih berilmu darimu.
4. Mengenal bagaimana sifat tawadhu' para ulama kita dan kehati-hatian mereka dalam berfatwa.Jika para ulama kita telah mengeluarkan fatwa, yakinlah bahwa fatwa itu telah dibangun di atas ilmu. Jangan sekali-kali dirimu meremehkan fatwa ulama.
5. Pentingnya seorang da'i dan ustadz memahami fiqh dakwah, ia harus tau sampai dimana kadar keilmuannya.Ia harus tahu pertanyaan mana yang mampu ia jawab, dan pertanyaan mana yang tidak perlu ia jawab.
6. Saat seorang da'i atau ustadz salah melangkah dalam menyelesaikan suatu problem permasalahan, musibah dan malapetaka harus siap ditanggungnya. Bisa jadi ada anak-anak yang akan kehilangan ibunya. Ada suami yang akan kehilangan istri yang sangat dicintai. Ada hati yang dilanda pilu dan terluka dalam waktu yang panjang, bahkan ia sendiri bisa terjun ke dalam jurang kebinasaan tanpa disadari.
7. Dalam kisah di atas juga terdapat PERINGATAN BAGI PARA IKHWAN, AKHWAT DAN UMMAHAT (WANITA BERSUAMI) AGAR MENJAUHI SEGALA SESUATU YANG MENYEBABKAN FITNAH. Baik melalui kontak telpon dan sms dengan laki-laki yang bukan mahram, maupun melalui sarana JEJARING SOSIAL dewasa ini.Seorang yang beruntung adalah seorang yang dijauhkan dari fitnah-fitnah.
Allahu A'lam.
Semoga dapat diambil hikmahnya…
Ditulis oleh Abul-Harits di Madinah, 29 Muharram 1437
Damar Muhisa

Thursday, October 13, 2016

[Hukum Mengaminkan Doa Di Khutbah Jum'at]

Thursday, October 13, 2016 0

Berkata Syaikh Ibn al-Utsaimin: "Itu bukanlah bid'ah. Itu mustahab (dianjurkan). Tetapi tidak secara berbarengan dengan suara keras. Setiap individu dipersilakan mengaminkan sendiri-sendiri."

Berkata Syaikh Khalid ar-Rifa'iy: "Hal itu dianggap sunnah oleh kebanyakan dari ulama."

Berkata Syaikh Mushthafa al-Adawy: "Hal itu dianjurkan. Mengucapkan shalawat setelah khatib menyebut nama Nabi -shallallaahu alaihi wa sallam- (juga) dianjurkan ketika mendengar khutbah."

Sehingga, mengaminkan doa khatib dan shalawat saat khutbah Jum'at setelah mendengar nama beliau -shallaallaahu alaihi wa sallam- TIDAK termasuk laghw (hal yang sia-sia atau kelalaian). Wallahu a'lam.

Hendaknya teman-teman memperhatikan hal ini dan mengamalkannya. Wallahul muwaffiq. Baarakallaahu fiikum.

note:
Untuk fatwa Syaikh ibn al-Utsaimin:

http://ar.islamway.net/fatwa/18517/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%A3%D9%85%D9%8A%D9%86-%D8%B9%D9%86%D8%AF-%D8%AF%D8%B9%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D9%85%D8%A7%D9%85-%D9%81%D9%8A-%D8%A2%D8%AE%D8%B1-%D8%AE%D8%B7%D8%A8%D8%A9

Untuk fatwa Syaikh Khalid ar-Rifa'iy:

http://ar.islamway.net/fatwa/39269/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%A3%D9%85%D9%8A%D9%86-%D8%A3%D8%AB%D9%86%D8%A7%D8%A1-%D8%AE%D8%B7%D8%A8%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%AC%D9%85%D8%B9%D8%A9

Untuk fatwa Syaikh Mushthafa al-Adawy:

https://www.youtube.com/watch?v=C3DNJL0VDnQ

oleh Ust Hasan Al Jaizy

Wedus Kesasar = Domba Tersesat.

tulisan fb: Dr Muhammad Arifin Badri
Mas, mbak, pak dan ibu! relakah anda disebut dengan domba atau kambing atau wedus? Bahkan bukan sekedar domba biasa namun domba yang tersesat?
Mereka selalu menganggap anda sebagai domba yang tersesat, la kok bisa-bisanya mereka tersinggung bila anda melakukan hal yang serupa, dengan berkata mereka itu tersesat alias kafir? Mereka ingin agar anda melunak dengan berkata: kita sama-sama di atas jalan yang benar, bersaudara, dan sama-sama masuk surga. la kok enakeeee. Sedangkan mereka tetap dengan keyakinannya : sekali domba tersesat maka anda terus dianggap sebagai domba tersesat sampai anda mengikuti jalan mereka.
Mereka mendoktrin sebagian ummat Islam agar mengatakan semua agama sama, eeh ternyata mereka sendiri terus tiada henti menganggap anda sebagai domba mbeling, ndak nurut alias tersesat.
Sobat! Percayalah kepada Al Qur'an dan As Sunnah yang jelas-jelas mengatakan mereka tuh kafir.
Sekali kafir ya kafir, mereka kekal di neraka, mereka tersesat di dunia hingga di akhirat. Kita berbeda tingkatan, mereka salah jalan, alias tersesat sedangkan kita berada di jalan yang benar.
Inilah ikrar kita setiap sholat, hanya Islam yang benar, sedangkan yang lain adalah "domba yang tersesat". Simak firman Allah Ta'ala:
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ  وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka (Muhammad 12)
Sobat! Menurut anda; siapakah yang lebih pantas disebut sebagai domba tersesat, anda sebagai orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir atau mereka  yang nyata nyata beribadah kepada selain Allah ?
Toleransi yang benar tuh, bukan dengan cara bertepuk sebelah tangan: anda menjaga perasaan mereka, sedangkan mereka bebas leluasa menganggap anda sebaga domba tersesat.
Toleransi yang benar tuh, masing -masing dengan keyakinannya, asal jangan saling mengganggu dan memprovokasi, demikianlah toleransi yang ALlah ajarkan pada ayat ayat berikut:
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ {1} لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ {2}
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ {3} وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ {4}
وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5} لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6}
Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir,
aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku". (Al Kafirun 1-6)
Jadi: terserah mereka mau mengatakan kita domba tersesat, namun kita juga akan tetap mengatakan mereka kafir kekal di neraka.
Damar Muhisa

Tuesday, October 11, 2016

Kaidah mencari jodoh

Tuesday, October 11, 2016 0

Berkata Al-Imam Ahmad Bin Hambal Rahimahullah,

"Jika seorang pria melamar seorang wanita, hendaklah menanyakan kecantikannya lebih dahulu, jika wajahnya cantik baru dia tanyakan tentang agamanya. Kalau agamanya baik hendaklah menikahinya, kalau tidak baik maka dia menolak karena sebab agamanya.

Dan jangan sampai dia menanyakan agamanya terlebih dahulu, kalau baik baru menanyakan kecantikannya, lalu kalau ternyata dia tidak cantik dia tolak, sehingga menolaknya karena si wanita tidak cantik, bukan disebabkan karena agamanya yang kurang baik."

(Sharah Muntaha al-Iradat, jilid 2/623)

Damar Muhisa

Sunday, October 9, 2016

Ibumu menumpang? kebalik!

Sunday, October 9, 2016 0

Damar Muhisa

Ibumu menumpang? kebalik!


Damar Muhisa

Murid Jadi Soko Guru, Guru Jadi Murid Kecil.

Banyak dari masyarakat yang merasa dirinya kurang ilmu atau bodoh, namun tanpa sadar dia telah menobatkan dirinya menjadi orang paling berilmu.

Kok bisa?

Ya, ngakunya awam, tidak berilmu namun pada kenyataannya : membanding-bandingkan dalil, atau membanding-bandingkan pendapat atau ulama'. Mereka berkata: kalau menurut saya: pendapat ini yang lebih kuat atau ulama' ini lebih berilmu dibanding yang itu.

Kok bisa ya, ngakunya tidak berilmu tapi bisa membandingkan bahkan menghakimi perbedaan pendapat atau memvonis bahwa ulama' ini lebih berilmu dibanding ulama' itu.

Ilmunya saja ndak punya, kok bisa mengatakan ini lebih berilmu dibanding itu, ini lebih benar dibanding itu?

Jawabannya sederhana: perasaannyalah dalil dan ilmunya, tatkala cocok dengan perasaannya maka dianggap benar dan kuat, namun tatkala tidak sesuai dengan perasaan atau seleranya, maka dianggap aneh bin lemah atau salah.

Logikanya: orang yang berilmu tuh bisa mengenali orang bodoh, karena sebelum  menjadi orang berilmu, dia adalah orang bodoh, namun orang bodoh mana mungkin bisa mengenali kadar ilmu ulama', padahal ia belum pernah menjadi orang berilmu walau hanya sehari saja.

Lalu siapakah yang bisa mengenali ulama' bahkan ulama' paling alim? ya tentu saja ulama', karena itu dahulu tradisi di kalangan para ulama', tiada seorangpun yang berani berfatwa atau mengajar kecuali yang telah mendapat rekomendasi dari para ulama' senior yang ada di zamannya.

Imam Malik berkata:
وليس كل من أحب أن يجلس في المسجد للحديث والفتيا جلس حتى يشاور فيه أهل الصلاح والفضل وأهل الجهة من المسجد فإن رأوه أهلاً لذلك جلس وما جلست حتى شهد لي سبعون شيخاً من أهل العلم أني موضع لذلك
Tidaklah pantas bagi seseorang untuk duduk berceramah di masjid atau memberi fatwa hingga ia bermusyawarah dengan orang-orang sholeh, para pemuka agama dan tokoh setempat. Bila mereka menganggapnya layak untuk melakukan hal itu. maka silahkan ia melakukannya, Dan aku tidaklah duduk di masjid untuk berceramah dan memberi fatwa sampai mendapatkan rekomendasi dari 70 orang syeikh ahli ilmu bahwa aku pantas melakukannya. (Ad Dibaaj Al Muzhab oleh 1/10)

Kini sebaliknya yang terjadi, murid yang merekomendasi guru, bila mereka cocok maka guru diundang, bila tidak cocok maka guru ditendang. Murid mendesak guru agar berfatwa dan bersikap sesuai selera murid, bahkan sering kali murid pesan fatwa kepada gurunya., hasbunallahu wa ni'mal wakiil. Inilah wolak walinya zaman,  semoga Allah melimpahkan istiqomah kepada kita dan menjaga kita semua dari fitnahnya zaman, amiin.

sumber: fb ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

Damar Muhisa

HOAK Memetik Buah Hasil Tanaman JIN.

Ummat Islam, sedari dahulu kala telah diperingatkan bahwa orang kafir, yahudi maupun nashoro tidak akan pernah rela kepada ummat Islam. Allah Ta'ala berfirman:
وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nashoro tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.(Al Baqarah 120)

Telah sekian lama JIN dan saudara kembarnya JIL menanam benih persamaan agama, tujuannya untuk memuluskan langkah juragannya kaum Yahudi dan Nashoro.

ِApa yang kita saksikan saat ini adalah buah hasil tanaman bangsa JIN dan JIL, yang menabur benih benih persamaan agama, padahal kenyataannya tidak pernah sama. Bahkan di mata bangsa JIN dan JIL, agama agama ada yang tidaklah sama. Karena itu, tatkala Islam dihina mereka bungkam seribu bahasa bahkan membela dan menoleransi pelaku penistaan agama Islam. Namun di saat Yahudi atau nashoro dihina atau disudutkan, mereka kebakaran kumis, berang, dan pasang badan sebagai sesajian untuk para juragan mereka.

Ingat, tatkala ada masjid di bakar, bangsa JIN dan JIL rame rame berkata itu oknum, dan kerusuhan antara warga atau suku, namun tatkala ggereja dibakar, semua njerit, pelakunya harus ditindak dan bahkan langsung dituduh teroris dan .... dan ...

Sobat! Mari ingat dan sadari kembali bahwa yang pantas anda sembah hanyalah Allah Ta'ala, sedangkan tuhan tuhan selain-Nya adalah dusta alias palsu. Dengarkan firman Allah Ta'ala:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al Haj 62)

Lupakan jargon atau propaganda bahwa bangsa JIN adalah pembawa perdamaian, sejatinya mereka hanyalah calo atau jongos orang-orang kafir, yang bertugas menghamparkan karpet merah untuk proses pemurtadan ummat Islam. Bangkit dan bangkitlah ummat Islam, dan genggam kembali dengan erat syahadat anda:
لا إله إلا الله ومحمد رسول الله
Tiada tuhan yang layak diibadahi selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Juragan bangsa JIN gagal memurtadkan bangsa Indonesia melalui penjajahan dan senjata, kini mereka mencoba melalui begundal begundal bayaran dari bangsa JIN dan JIL.

Ummat Islam, marilah kita membuka kembali lembaran perjuangan nenek moyang kita yang telah berhasil mengusir bangsa londo pembawa agama nashoro dengan pekikan ALLAHU AKBAR.

sumber: fb ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

Damar Muhisa

Penggunaan data youtube


Damar Muhisa

SIAPA YANG PALING PAHAM TAFSIR ALMAIDAH-51?

TIDAK ADA YANG LEBIH FAHAM BAGAIMANA MENAFSIRKAN ALMAIDAH 51 DARI PADA AMIRUL MUKMININ UMAR BIN KHATHTHAB RADHIYALLAHU 'ANHU :

"Suatu hari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu memerintahkan Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu untuk segera menunjuk pemimpin kepercayaan untuk pencatat pengeluaran dan pemasukan pemerintah Islam di Syam".

Abu Musa lalu menunjuk seorang yang beragama Nasrani dan Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tadi.

Umar bin Khaththab pun kagum dengan hasil pekerjaannya. Lalu Umar berkata: 'Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk rapat melaporkan laporan di depan kami?'.

Abu Musa menjawab: 'Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram (Mekkah dan Madinah)'.

Umar bertanya: 'Kenapa? Apa karena ia junub?'.

Abu Musa menjawab: 'Bukan, karena ia seorang Nasrani'.

Umar pun langsung marah, menegurku keras dan memukul pahaku dan berkata: 'Pecat dia! cari dan angkat seorang muslim".

(Maksud Umar; 'apa tidak ada muslim lain yang lebih baik, pasti Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyediakan banyak calon pemimpin muslim yang lebih baik untuk umat', cari sampai ketemu).

Umar lalu membacakan ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengangkat orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengangkat mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (kafir). Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim'". (QS. Al Maidah: 51)

(Sumber : Tafsir Ibnu Katsir, 3/132)

BERANI BILANG UMAR BIN KHATHTHAB PEMBOHONG?

copas fb
Damar Muhisa

Thursday, October 6, 2016

"AWAS, TERGELINCIR"

Thursday, October 6, 2016 0

Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah rahimahullah, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan anak kecil yg berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang imam berkata : "Hati-hati, Nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir".

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?" tanya si bocah.

"Nu'man namaku", jawab sang imam.

"O.. jadi, tuankah yang selama ini terkenal dengan gelar Al-Imam Al-A'dhom (Imam agung) itu..??", tanya si bocah.

"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku", jawab sang Imam.

"Wahai sang Imam, berhati - hatilah dengan gelarmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka karena gelar itu. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan mu ke dalam api yang kekal JIKA KESOMBONGAN dan KEANGKUHAN menyertainya..."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis menerima nasehat 'tajam' dr seorang bocah kecil...

Imam Abu Hanifah rahimahullah (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan yg begitu dalam maknanya, justru datang dari lidah seorang bocah...

Saudaraku tercinta...
Betapa banyak manusia yang tertipu karena JABATAN, tertipu karena KEDUDUKAN, tertipu karena GELAR atau TITEL, tertipu karena POSISI YG 'DIMULIAKAN', tertipu karena STATUS SOSIAL, tertipu karena sebutan gelar HAJI/HAJAH, USTADZ, AL MUKARROM, SYAIKH) dan sebagainya...

Mari berhati-hati dan TERUS SALING MENGINGATKAN..
Agar jangan sampai kita tergelincir...
Jangan sampai kita menjadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia...

Ingatlah...

"Sepasang tangan yang menarik kita kala terjatuh lebih harus kita percayai daripada seribu tangan yg menyambut kita kala tiba di puncak kesuksesan.."

Mari kita hubungi sahabat-sahabat kita...
Karena sahabat yg baik adalah lentera di kegelapan..
Kadang cahayanya baru terasa ketika dunia terasa gelap...

Ketahuilah...
"TIDAK AKAN MASUK SURGA orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi"
(Hadits Riwayat Muslim).

JANGAN MEREMEHKAN NASEHAT, WALAU DATANGNYA DR SEORANG 'BOCAH INGUSAN'.

"Undhur maa qiila wa laa tandhur man qaala" - "Perhatikan APA yg disampaikan dan jangan melihat SIAPA yg menyampaikan"

Semoga bermanfa'at.

Damar Muhisa

Saatnya Kita Kembali

بسم الله الرحمن الرحيم
⛅JUM"AT
6 Muharram 1438 H
┏✨⛅━━━━━━━━━━━━━━┓
*_F A I D A H I L M U_**
┗━━━━━━━━━━━━━━⛅✨┛
📚 :: *MUROJAH FAIDAH KAJIAN* ::
*===========*
📢.......
*_Mengapa mereka berani kurang ajar...?!_*
*_Mengapa Mereka berani menghina agama kita...?!_*
*_Mengapa mereka berkuasa...?!_*
*=============*
📚 :: *Beberapa fawaid kajian bersama Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah hafidzahullahu, Senin 20 Jan 2014, Di Masjid Al Hakim-Sucofindo.*
✏ *Tema : "Saatnya Kita Kembali."*
***
🍃Ketika turun ayat yg pertama kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yakni iqra…
Beliau pulang kerumahnya dalam keadaan ketakutan, dan beliau berkata kepada isterinya Khadijah Radhiyallhu 'anha, selimuti aku… selimuti aku… lalu khadijah menyelimuti tubuh beliau.
Khadijah pun berusaha menenangkan beliau dengan berkata : *"Allah tidak akan menghinakanmu, karena engkau suka menyambung tali silaturahim, suka bersedekah, berkata jujur."*
🍃Besok harinya khadijah membawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemui paman khadijah Waroqoh bin Naufal, dan menceritakan kejadian yg dialami Rasulullah, lalu Waroqoh bin Naufal berkata :
Yang datang kepadamu sama seperti yang datang kepada Musa 'alaihissalam, (kalimat ini adalah kalimat yg menghibur Rasulullah),
(namun pada kalimat berikutnya, waraqah memberi kabar yg menyedihkan), dimana beliau berkata :
🌷"Tidaklah datang seseorang semisal apa yang kamu datangkan dengannya melainkan akan diusir oleh kaumnya, kalau saja pada saat kamu diusir saya memiliki kekuatan/kemampuan saya akan menolong kamu.
Lalu Rasulullah berkata, Apakah kaumku akan mengusirku?
💦Dan benar saja setelah 13 tahun beliau berusaha menegakkan bendera-bendera tauhid di rumah-rumah di pelosok mekkah, namun bumi mekkah belum siap menerima dakwah beliau untuk saat itu, akhirnya beliau harus hijrah ke madinah, dalam keadaan hina dina.
*Namun setelah 8 tahun beliau kembali ke mekkah dan kalimat tauhid tegak di bumi mekkah.*
🌴Setelah itu mulailah islam masuk kepelosok pelosok negeri tidak ada satu rumah pun melainkan cahaya islam masuk kedalam rumah tersebut. Hingga di zaman Umar bin Khatab radhiyallahu 'anhu islam mampu menaklukan Persia dan romawi, betapa Mulianya islam. Bahkan musuh-musuh islam pun sangat takut kepada umat islam.
☑Lihatlah ketika perang badar, jumlah umat islam sangat sedikit namun mampu mengalahkan kafir quraisy yg berjumlah banyak, lihatlah ketika perang yarmuk, ketika pasukan kaum muslimin yg berjumlah 50.000 orang mampu membuat takut pasukan romawi yg berjumlah 200.000 orang, saking takutnya pemimpin pasukan romawi memerintahkan utusannya, untuk mengamati pasukan kaum muslimin yg membuat aneh pemimpin mereka mengapa ia merasa takut terhadap pasukan kaum muslimin padahal jumlah mereka sedikit. Setelah mengamati seharian, ia mengabarkan kepada pemimpin pasukan romawi, ia berkata :
🍃 *"Saya tidak pernah melihat suatu kaum yg malam harinya mereka bagaikan rahib-rahib (mengerjakan shalat qiyamul lail), siang harinya bagaikan singa, pagi harinya berpuasa, mereka beramar ma'ruf nahi munkar, yg tidak takut mati bila berperang, memotong tangan diantara mereka yg mencuri, bahkan merajam pemimpin mereka yg berzina apabila ada diantara mereka yg berzina, karena mereka lebih mencintai kebenaran."*
❣Mendengar laporan dari pasukannya itu, maka sang pemimpin pun berkata :
*"Perut bumi jauh lebih baik dari atasnya bagi mereka yg memeranginya, dan Ternyata terbukti pasukan romawi yg berjumlah 200.000 itu kalah."*
✔Namun itu dahulu…
❣Siapa diantara kita yg tidak mengenal umat islam Andalusia (spanyol), dahulu.. masjid-masjdi berjejer disana, pesantren-pesantren berdiri disana, ketika kumandang adzan tiba, suara adzan bersahut sahutan. Ulama-ulama besar pun banyak disana, diantaranya Ibnu Hazm Al Andalusia rahimahullahu. para muslimah pun memakai hijab-hijabnya.
✔Namun itu dahulu…
💔 *Sekarang...* coba apa yg antum ketahui tentang spanyol? Real Madrid, Barcelona…
Dimana masjid masjid nan megah itu?
Dimana para Ulamanya?
*Hilang bagai tanpa bekas.*
❗Dan kini kita lihat umat islam di negeri kita Indonesia, umat yg MAYORITAS namun bukan tidak mungkin umat islam di indonesia akan seperti kisah Andalusia, karena TIDAK ada jaminan dari Allah masjid ini akan terus menerus menjadi tempat ibadah umat islam, tidak ada jaminan dari Allah masjid istiqlal akan terus menerus ada, karena yg hanya Allah jaga sampai hari kiamat adalah AGAMA ISLAMNYA.
🍃Allah ta'ala berfirman : Innaddina Indallahil Islam (Sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam).
*Islam yg dibawa oleh Rasulullah dan para sahabatnya, karena sekarang ini kalau kita lihat ada orang yg memakai peci putih, wanitanya berjilbab, namun mereka membawa kepala kerbau ke laut.*
✅Padahal Allah memerintahkan kita untuk meminta hanya kepadaNya.
💐Islam seperti yg telah rosulullah khabarkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku mendapat pertolongan.dari Allah (Thaifah al-Manshurah), Orang-orang yang menghinakannya tidak akan membahayakan mereka hingga terjadi hari kiamat."(Bukhari & Muslim).
Inilah islam yg senantiasa ada sampai hari kiamat...
✔Jadi yg akan TETAP ADA hanyalah islamnya, BUKAN tempatnya.
*Dahulu para ulama menyampaikan islam tanpa mic, tapi isinya TETAP ISLAM, sekarang kita menggunakan mic, maka ISINYA PUN HARUS TETAP ISLAM, BUKAN AJARAN YG BARU BARU.*
☑Maka saatnya kita KEMBALI KEPADA AGAMA KITA, Lihatlah bagaimana umat ini begitu hina…
Di suriah, palestina, miyanmar, umat islam berteriak teriak namun kita tidak bisa berbuat apa-apa, persis seperti yg Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sabdakan :
💔"Sebentar lagi akan muncul umat-umat yang berkerumun (memperebutkan) kalian seperti berkerumunnya orang-orang yang makan pada piringnya. Maka seseorang bertanya : "Apakah karena kami sedikit pada waktu itu? (karena biasanya yg banyak mengeroyok yg sedikit, tapi ini yg banyak malah yg dikeroyok),
Rasulullah menjawab : "Bahkan jumlah kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih ombak di lautan. Dan sungguh-sungguh Allah akan mencabut rasa gentar di hati musuh-musuh kalian, kemudian Allah benar-benar akan melemparkan wahn ke dalam hati-hati kalian," Maka seseorang berkata : "Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?"
Rasulullah menjawab :
*"Cinta dunia dan benci pada kematian."*
(Dishohihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Ash shahihah 958).
Lihatlah kita bisa berangkat untuk dunia dari jam 06:00-18;00, sedangkan untuk akhirat, shalat dzuhur sangat cepat, shalat shubuh sering kesiangan. padahal perbandingan 1 HARI DIAKHIRAT SAMA DENGAN 1.000 TAHUN di DUNIA. (*)
❓Apakah kita akan habiskan umur kita untuk dunia yg sesaat ini...?!
*Ingatlah perbandingan dunia dengan akhirat, satu hari di akhirat itu sama dengan seribu tahun di dunia.*
✔Karenanya, hanya ada SATU SOLUSI agar umat islam ini bisa kembali mulia seperti dahulu, Rasulullah shollallahu 'alahi wa 'ala alihi wa sallam bersabda :
🌱"Apabila kalian telah berjual beli dengan cara Al-'Inah (riba terselubung)," dan
🌱 *"Kalian telah ridho dengan perkebunan dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi"* (sibuk hanya memikirkan dunia, setiap ingin tidur yg dipikirkan hanya dunia, ketika bangun tidur pun yg pertama kali di ingat adalah dunia, padahal Rasulullah mengajarkan kita do'a ketika ingin tidur, untuk mengingat mati, ketika bangun tidur pun ungkapan rasa syukur karena telah di bangunkan dari mati),
🌱*"Dan kalian meninggalkan jihad"* (jihad yg sesuai syariat, karena orang kalau sudah sibuk dengan dunia bagaimana mungkin mau di ajak untuk berjihad),
🌱 *"maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang (Allah) TIDAK AKAN MENCABUTNYA sampai kalian kembali kepada agama kalian".*
(HR. Abu Daud dan lain-lainnya dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah No. 11).
Maka saatnya kita mulai kembali kepada agama kita, ajak isteri kita, anak-anak kita, untuk mulai mempelajari islam, bisa lewat menghadiri kajian islam, membaca buku.
↪ karena saat ini banyak model-model islam, kita harus *mempelajari islam yg BENAR, yg di bawa oleh rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya radhiyallahu anhum ajma'in.*
*=========*
✏Diantara Pertanyaan Pada Saat Sesi Tanya jawab :
Tanya : Ust tadi ustadz menyampaikan tentang thoifah al manshuroh (umat yg selalu mendapat pertolongan dari Allah) apakah yg dimaksud dengan Thoifah al manshuroh?
📌Jawab : Mereka adalah yg telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadist riwayat Ahmad, dan Abu Dawud :
*"(Yaitu) apa yang hari ini, aku (Rasulullah) dan sahabatku berada di atasnya."*
Yakni islam yg dibawa oleh rasulullah dan para sahabatnya, karena Kalau kita perhatikan umat islam saat ini seperti pyramid, bagian bawahnya begitu banyak, namun mengerucut ke satu titik di atas, dan bagian atasnya umpamanya adalah rasulullah, jadi jika kita ingin mengetahui islam, kita lihat saja atasnya.
Jadi kalau kita ribut tentang suatu masalah agama, tanyakan saja, apakah Rasulullah mengerjakannya?
Jika jawabannya tidak.
maka sudah selesai...
Wallahu 'alam
[Demikianlah kurang lebih ringkasan Faidah kajian bersama Ustadz Syafiq Riza Basalamah, MA hafidzahullahu]
(*) "Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."(Qs. Al Hajj : 47)
_____________
✍🏻20.01.2014
Randi Abu Nasywah -ghafarallaahu lahu-
•┈┈┈•❀❁🍃🌷🌼❣🌼🌷🍃󞍦❁❀•┈┈┈•
💐Baarokallohufiikum..💐
Copast Grup WA Media Da'wah Al-Furqon

Damar Muhisa

Tuesday, October 4, 2016

Download PDF Kitab Panduan dan Syarah Durusul Lughah Al Arabiyah

Tuesday, October 4, 2016 0

📢 BAGI YANG MEMBUTUHKAN👇🏽

⬇ Download PDF Kitab Panduan dan Syarah Durusul Lughah Al Arabiyah
👉🏾 https://akrabnahwu.wordpress.com/2016/02/14/kitab-panduan-dan-syarah-durusul-lughah-al-arabiyah/

⬇ Download PDF Kitab Silsilah Ta'lim Lughoh Al Arobiyyah Komplit Mustawa Awwal – Mustawa Robi'
👉🏾 https://akrabnahwu.wordpress.com/2015/12/15/kitab-silsilah-talim-lughoh-al-arobiyyah-komplit-mustawa-awwal-mustawa-robi/

⬇ Download PDF Kitab Al Arabiyyah Bayna Yadayk Terbaru 4 Jilid Full Colour

👉🏾 https://akrabnahwu.wordpress.com/2015/12/03/download-kitab-dan-audio-al-arabiyyah-baina-yadaik-terbaru-4-jilid/

⬇ Download PDF I'rob Al-Qur'an
👉🏾https://akrabnahwu.wordpress.com/category/irob-alquran/

⬇ Download PDF  I'rob Hadits Arba'in Nawawi
👉🏾 https://akrabnahwu.files.wordpress.com/2015/12/irob-hadits-arbain-an-nawawi.pdf

⬇ Download PDF Kitab dan Audio Syarah Jurrumiyyah Syaikh 'Utsaimin
👉🏾 https://akrabnahwu.wordpress.com/2015/12/05/kitab-dan-audio-syarah-jurrumiyyah-syeikh-utsaimin/

⬇ Download PDF Kitab dan Audio Syarah 'Arbain Syaikh 'Utsaimin
👉🏾 https://akrabnahwu.wordpress.com/2015/12/10/kitab-dan-audio-syarah-arbain-syaikh-utsaimin/

⬇ Download PDF Kitab Akrab Nahwu Gabungan
👉🏾 https://akrabnahwu.files.wordpress.com/2016/01/akrab-nahwu-gabungan.pdf

⬇ Download PDF Kitab Qowa'idul Imla
👉🏾 https://akrabnahwu.files.wordpress.com/2015/12/qawaidul-imla.pdf

⬇ Download PDF Materi Faidah Wazan Fi'il
👉🏾 https://akrabnahwu.wordpress.com/category/faidah-wazan-fiil/

Damar Muhisa

 
Catatan Damar. Design by Pocket - Fixed by Blogger templates