Monday, March 6, 2017

#TanyaUstadz 7/3/17

Monday, March 6, 2017

[8:33AM, 3/7/2017] ust ammi nur baits: #TanyaUstadz
afwan Ustadz bertanya.. apabila ada kejadian seperti ini, sudah masuk waktu ashar, kemudian belum sholat, ana menggendong bayi yang mana kalau di letakkan akan menangis, kemudian sedang dalam perjalanan (perjalanannua hanya di dalam kota).. bagaimana harusnya sholatnya ustadz? Tetap wajib sholat di masjid/mushola yang di temukan.. atau bisa sholat di mobil?

#Jawab
Hukum asal, shalat wajib hrs dilakukan sambil berdiri. Krn itu, jk bs mampir mushola atau masjid, harus mampir, agar bs shalat sambil berdiri. Ibnu Umar menceritakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي السَّفَرِ عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ يُومِئُ إِيمَاءً ، صَلَاةَ اللَّيْلِ ، إِلَّا الْفَرَائِضَ ، وَيُوتِرُ عَلَى رَاحِلَتِهِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat di atas tunggangannya ketika safar dengan menghadap mengikuti arah tunggangannya., dan beliau shalat dengan cara isyarat. Beliau melakukan shalat malam di atas kendaraan, namun selain wajib. Beliau juga witir di atas kendaraan. (HR. Bukhari 945)

Bs minta bantuan yg lain utk gantian gendong bayi, agar tdk nangis.

[8:38AM, 3/7/2017] ust ammi nur baits: #TanyaUstadz
Apakah doa pengantin utk pihak si perempuan sama dengan pihak laki-laki? Atau perempuan cukup mengaminkan saja?

#Jawab:
Suami mendoakan istrinya.
dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشترى خادما فليأخذ بناصيتها وليسم الله عز وجل وليدع بالبركة وليقل: اللهم إني أسألك من خيرها
“Apabila kalian menikahi seorang wanita, maka peganglah ubun-ubunnya, sebutlah nama Allah, dan doakanlah memohon keberkahan, serta ucapkan: Allahumma inni as-aluka…. dst.” (HR. Bukhari dalam Af’al al-Ibad Hal. 77, Abu Daud 1:336, Ibn Majah 1:592, Hakim 1:185, dan dihasankan Al-Albani)

Caranya:
suami meletakkan tangan kanannya di ubun-ubun istrinya –pastikan tidak ada orang ketiga– kemudian membaca tiga hal:

A. Basmalah

B. Mendoakan keberkahan, misalnya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْها، وَبَارِكْ لَهَا فِيَّ
Allahumma barikly fiyha wa barik laha fiy

“Ya Allah berkahilah dia untukku, dan berkahilah aku untuknya.”

C. membaca doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ
Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi

Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.

*Bagi yg dulu blm mempraktekkannya, barangkali bs diqadha malam ini…

[8:41AM, 3/7/2017] ust ammi nur baits: #TanyaUstadz
Bagaimana teknis pelaksanaan pada saat bersiwak menemukan sisa makanan? Apakah di telan atau di muntahkan? (Kondisi sedang tidak berpuasa)

#Jawab
Setiap kegiatan siwak pasti akan melepaskan sisa makanan, meskipun kadang sedikit..
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti orang muntah ketika bersiwak.
Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu 'anhu mengatakan,
أَتَيْتُ النَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ يَسْتَاكُ بِسِوَاكٍ رَطْبٍ , وَهُوَ يَقُولُ : أُعْ , أُعْ , وَالسِّوَاكُ فِي فِيهِ , كَأَنَّهُ يَتَهَوَّعُ
Saya mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau bersiwak dg kayu siwak basah, keluar suara, Uq.. uq…, sementara kayu siwak di mulut beliau, seolah beliau hendak muntah. (Muttafaq alaih)

0 comments:

 
Catatan Damar. Design by Pocket - Fixed by Blogger templates